Rabu, 19 Oktober 2011

Sekelumit Tentang Transplantasi Organ

Transplantasi organ tubuh tidak hanya ada dalam drama. Dunia medis pun mengakui keberadaannya. Operasi ini dilakukan pada orang yang salah satu organ tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan baik, dan jika tidak segera ditangani akan membahayakan keselamatan jiwa.
Organ yang hendak dipindahtanamkan, bisa berasal dari hewan atau manusia. Tapi, tidak semua hewan dapat menggantikan organ manusia yang rusak. Hanya hewan dengan kedekatan genetis dengan manusia saja. Sejauh ini tidak ada efek yang membahayakan pelaku cangkok organ.



Masa Lalu Bicara
Cangkok organ, pertama kali dilakukan pada hewan. Bahkan tidak hanya cangkok organ, beberapa eksperimen kedokteran lain pun dahulu dilakukan pada hewan. Hal ini sempat mengundang reaksi publik dan memicu terjadinya polemik dikalangan masyarakat dunia, dan kalangan ilmuwan terasingkan. Namun Hume mengatakan, "Bagaimana kita yakin kesakitan hewan sama dengan kesakitan yang mereka bayangkan?". Pernyataan inilah yang akhirnya membuat aksi ini dilegalkan. Bayangkan saja jika sampai sekarang percobaan terhadap hewan tidak mendapat legalitas? Tentu ilmu pengetahuan akan mandek.

Cangkok Organ = Cangkok Memori?
Beberapa catatan medis membuktikan bahwa memori pendonor akan berpindah ke memori resipien bersama dengan organ yang didonorkan. Seorang gadis kecil pernah menerima cangkok ginjal dari gadis korban pembunuhan. Malam berikutnya dia selalu mimpi dikejar seorang pembunuh. Setelah dikonsultasikan, ternyata pria dalam mimpi tersebut mirip dengan ciri-ciri pembunuh gadis yang mendonorkan ginjal tersebut. Dengan bantuannya, polisi dapat meringkus pembunuh itu. Tidak berhenti sampai disitu, seorang gadis remaja juga pernah mendapat cangkok organ dari anak laki-laki yang usianya juga tidak terpaut jauh darinya. Bedanya, anak laki-laki ini sebelum kematiannya sangat menyukai musik, tak kurang dari puluhan lagu pernah ditulisnya. Setelah meninggal, orangtuanya memutuskan memberikan jantung anaknya ke gadis itu. Pasca operasi, orangtua anak laki-laki itu meminta untuk bertemu dengan gadis penerima donor. Kemudian, mereka membacakan sebait lirik lagu yang pernah ditulis anaknya dan meminta si gadis melanjutkan lirik tersebut. Yak, ternyata dia bisa melanjutkannya dengan lancar. Subhanallah...

Tinjauan Syariat
Pro dan kontra pun terjadi dikalangan ulama kontemporer. Banyak yang menentang dan tak sedikit pula yang membolehkan. Alasan pertama adalah kemaslahatan umat. Memang pelucutan organ dari insan yg telah mati merupakan bentuk mutilasi, dan melanggar kehormatan si mayit. Namun demikian sistem hukum Islam juga memasukkan kepentingan manusia sebagai dasar pertimbangan : (1) keterpaksaan membuat yg terlarang menjadi boleh; Ingat keterpaksaan yang dimaksud adalah keadaan yang benar-benar darurat, (dalam hal ini tidak ada obat lain yang dapat mengobati penyakit tersebut). (2) ketika ada dua kepentingan yang saling bertentangan, maka yg membawa manfaat lebih besar yang didahulukan (3) jika terpaksa harus memilih antara dua hal, maka pilihlah yg ringan keburukannya. Demikianlah prinsip kemaslahatan umat, Islam itu fleksibel maka jangan diperrumit. Tapi juga jangan dipermudah. Semua sudah diatur dalam sumber hukum Islam yakni, Alquran, Assunnah, dan Pendapat Ulama. Ketiganya perlu dijadikan referensi, jangan mengabaikan yang lain.

Begitulah sekilas tentang transplantasi organ. Semoga bisa menambah wawasan.

Menunggu pertanyaan dan komentar

sumber :
- Melejitkan Daya Ingat (dr. Muhammad As Saqa'ied)
- Fikih Kesehatan (dr. Abul Fadl Mohsin Ebrahim)
- Otak Saya sang Central Processing Unit dari diri yang masih bodoh ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar